- posisi itu vektor, sifatnya relatif terhadap titik acuan yang dipilih - gerak itu perubahan posisi, perubahan posisi disebut pergeseran / perpindahan pergeseran / perpindahan itu vektor - gerak itu relatif, sehingga perlu ditentukan titik atau kerangka acuan - gerak benda titik, meskipun yang ditunjukkan benda besar kompleks - perhatikan gerak mobil di Fig. 2.1. - perpindahan (displacement) dan jarak (distance) jarak adalah panjang lintasan, skalar, selalu bernilai positif perpindahan adalah perubahan posisi (2.1), vektor, dapat bernilai positif maupun negatif - kecepatan (velocity) dan kelajuan (speed) kecepatan = perpindahan per selang waktu (vektor), dapat bernilai positif maupun negatif kelajuan = jarak per selang waktu (skalar), selalu bernilai positif selang waktu besar --> kecepatan rata-rata (2.2), kelajuan rata-rata (2.3) selang waktu sangat kecil / sesaat --> kecepatan sesaat (2.4, 2.5), kelajuan sesaat = besar kecepatan sesaat = jarak sesaat per waktu sesaat - akselerasi (acceleration, vektor) akselerasi = perubahan kecepatan per selang Waktu, dapat bernilai positif maupun negatif akselerasi rata-rata (2.9), akselerasi sesaat (2.10, 2.12) akselerasi bernilai positif/negatif belum tentu percepatan/perlambatan - umum: 1D, 2D, 3D perpindahan (4.1) kecepatan rata-rata (4.2), kecepatan sesaat (4.3) akselerasi rata-rata (4.4), akselerasi sesaat (4.5) - 2D (ingat lagi sistem koordinat dan komponen vektor) Fig. 4.4 (4.6, 4.7) gerak dapat diuraikan dalam komponennya yang saling tegak lurus - kasus akselerasi tetap 1D: a --> v_f = v_i + a t --> x_f = x_i + v_i t + 1/2 a t^2 2D: (4.8, 4.9) - aplikasi: gerak peluru (projectile motion) kecepatan awal v_i (membentuk sudut \theta terhadap arah horisontal), komponennya (4.11) komponen x: tanpa akselerasi a_x = 0, v_x = v_xi = tetap (4.11), x_f (4.12) komponen y: ada akselerasi a_y = -g, v_yi (4.11), v_yf (4.13), y_f (4.16) ilustrasi Fig. 4.8 waktu mencapai puncak (4.18) tinggi puncak (4.19) dan jarak horizontal terjauh / jangkauan / range (4.20), Fig. 4.11 - Hukum Newton: (1) gaya penyebab & pengubah gerak --> tanpa gaya bekerja pada benda, gerak benda itu tetap atau benda tetap diam jika diamati menurut kerangka acuan inersial gerak tetap berarti kecepatan tetap atau tanpa akselerasi kerangka acuan yang sesuai dengan pengamatan tersebut di atas disebut kerangka acuan inersial hukum ini disebut juga hukum kelembaman / inersial (kecenderungan benda untuk tetap pada keadaan geraknya) gaya dalam hal ini adalah total gaya yang bekerja dari luar (total external forces) (2) perubahan gerak dilihat dari perubahan kecepatan atau akselerasi --> hubungan gaya dan perubahan gerak (5.2) satuan SI untuk gaya adalah Newton (N), definisinya (5.4) massa menentukan seberapa besar perubahan gerak yang diakibatkan gaya --> massa inersial tambahan: gaya gravitasional adalah gaya yang dikerjakan bumi pada benda, arahnya menuju pusat bumi, akselerasinya adalah akselerasi gravitasional (5.5) berat adalah nilai atau besar gaya gravitasional (5.6) dari (5.5, 5.6) massa menentukan berapa besar gaya gravitational yang dikerjakan bumi pada benda --> disebut massa gravitational massa gravitational dan massa inersial bernilai sama, hanya saja beda peran (3) aksi menimbulkan reaksi --> ada gaya aksi dan ada gaya reaksi, sama besar, berlawanan arah (5.7) Contoh: bumi menarik benda, benda menarik bumi dll pertanyaan: jika berlaku aksi - reaksi (5.7), dalam beberapa kasus mengapa yang terlihat berubah geraknya hanya salah satu? --> hukum ke-2 Newton, kerangka acuan catatan tentang gaya normal, Fig. 5.7: pasangan aksi - reaksi adalah bumi menarik benda dan benda menarik bumi gaya normal merupakan gaya reaksi meja akibat mengalami gaya tekan yang tegak lurus bidang meja (normal to the surface)